Kelenjarkeringat lebih aktif saat masa puber membuat remaja rentan miliki bau badan. Pastikan remaja mampu membersihkan diri secara rutin. Caranya: 1. Buat bersama remaja buku berisi gambar barang yang diperlukannya untuk menjaga kebersihan tubuhnya. Sesuaikan tulisan dengan kemampuan membacanya.
Sebagaicontoh, ketika sedang menjumpai poster berisi gambar dalam bahasa asing, kamu hanya perlu membuka aplikasi Google Translate dan memindai gambar tersebut. Cara menerjemahkan gambar di Google Translate. 8 Cara Mengatasi Layar HP Android yang Tidak Bisa Disentuh. Gadget. 04/08/2022, 13:00 WIB.
MasaPuber Anak Smp Deka Wattpad. Belajar Poster Pencegahan Covid 19. Semua perubahan itu akan mempengaruhi pemikiran emosional serta aktifitas sosial anak. Simak juga tentangcontohsurat dan poster pubertas Biar Badanmu Tumbuh Sempurna Perhatikan 10 Hal Penting Ini. Tutorial Cara Cepat Membuat Poster Hanya Dengan Hitungan Menit.
Berikutbeberapa cara menyikapi masa pubertas yang akan kamu alami. Menjaga kebersihan tubuh. Dalam masa pubertas, aktivitas kelenjar minyak dan kelenjar keringat meningkat. Akibatnya, wajah mudah berjerawat dan tubuh berbau kurang sedap. Mandilah dua kali sehari dan kenakan pakaian yang mudah menyerap keringat.
. Unduh PDF Unduh PDF Pubertas adalah masa yang canggung dan membingungkan bagi anak-anak muda. Banyak remaja lelaki dan perempuan yang tidak yakin bagaimana caranya menyikapi masa ini. Akan ada banyak perubahan yang muncul di tubuhmu, tetapi tidak usah takut semuanya adalah hal yang normal dan terjadi pada siapa saja. Kamu dapat mengantisipasi perubahan apa saja yang akan terjadi sehingga dapat menyikapi masa ini dengan baik 1 Atasilah bau badan. Ketika menjalani pubertas, kamu akan lebih banyak berkeringat terutama di bagian ketiak dan menghasilkan bau badan. Hal ini sangatlah normal, tetapi artinya kamu harus lebih memperhatikan kebersihan badan. Jangan lupa mandi setiap hari dan kenakan pakaian bersih. Pakailah deodoran setiap pagi supaya tubuhmu tercium segar dan bersih.[1] Sebagian deodoran mengandung antiperspiran yang juga mencegah keringat. Deodoran biasa tanpa zat ini mencegah bau badan, tetapi tidak mencegah keringat. Rambutmu juga akan mulai terasa berminyak, oleh karenanya cucilah lebih sering dari biasanya. [2] 2 Rawatlah jerawat. Selama pubertas, kulitmu akan mulai berubah karena hormon yang turut berubah. Hal ini dapat menimbulkan jerawat. Kulitmu juga akan mulai terasa kering atau berminyak. Untuk mengatasinya, cucilah muka dua kali sehari dengan sabun muka. Pakailah krim antijerawat untuk mengobati jerawat, dan lembapkan kulit untuk mengatasi kulit kering.[3] Obat jerawat mengandung benzoil peroksida, sulfur, resorsinol, atau asam saliklik sebagai bahan aktif yang cukup efektif. Kulit setiap orang berbeda-beda, jadi cobalah beberapa produk sampai menemukan yang paling manjur. Berhati-hatilah karena obat jerawat akan mengeringkan kulit, jadi kamu juga perlu memakai pelembap kulit. Pastikan untuk mengunakan pelembap bebas minyak di wajahmu. Pelembap berminyak justru akan menimbulkan lebih banyak jerawat. Pelembap kulit juga mengandung tabir surya yang membantu melindungi kulit dari sinar matahari. Jangan pecahkan atau mencubit jerawat Anda karena hanya memperburuk masalah. Jangan terlalu banyak menyentuh muka atau membiarkan rambut menyentuh wajahmu, karena nanti minyak di tangan atau rambut akan berpindah ke wajah dan menimbulkan jerawat. Jika kamu punya masalah jerawat serius yang tidak kunjung sembuh dengan obat jerawat yang dijual bebas, cobalah datang ke dermatolog dokter kulit. 3 Antisipasi pertumbuhan tubuhmu. Sebagian besar orang mengalami pertumbuhan drastis di masa pubertas. Tinggi badan akan bertambah beberapa cm dan berat badan turut naik selama masa ini seiring perubahan bentuk tubuh. Jika merasa agak canggung dengan tubuhmu selama masa ini, jangan khawatir karena fase ini akan berhenti. Sebagian orang berat badannya bertambah sebelum tumbuh tinggi, namun hal ini sangatlah normal.[4] Kamu mungkin merasa agak lebih percaya diri jika mengenakan pakaian yang ukurannya sesuai. Mintalah kepada orang tua kamu untuk membeli pakaian baru walau hanya beberapa jika pakaian lama sudah terasa sempit. Jangan lupa, tubuhmu mungkin masih akan bertumbuh dan berubah untuk sementara waktu Kamu mungkin juga akan merasa canggung kedua kaki tampak lebih besar pada masa pubertas karena biasanya kaki bertumbuh lebih dulu dari keseluruhan badan. Kamu perlu tahu kalau rasa canggung ini tidak akan bertahan lama karena badan akan tumbuh mengikuti kaki.[5] 4 Sikapilah perubahan suasana hatimu. Pubertas disebabkan oleh datangnya hormon estrogen dan testosteron. Hormon ini tidak hanya memengaruhi bentuk tubuh, tetapi juga perasaanmu. Sebagai hasilnya, kamu mungkin akan merasa lebih marah atau emosional daripada sebelumnya. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan, tetapi jangan lupa untuk mengenali perubahan-perubahan emosi ini supaya jangan melampiaskannya sembarangan kepada orang lain.[6] Kamu mungkin akan merasa tidak nyaman dengan tubuhmu selama masa ini. Terus-teruslah ingat bahwa perubahan yang dilalui itu normal. Kamu mungkin akan merasa capek tanpa sebab, jadi banyak-banyaklah beristirahat. Jika rasa letih terasa cukup parah, ungkapkanlah kepada dokter.[7] Utarakanlah perasaanmu kepada seseorang, baik teman atau orang dewasa yang kamu percayai. Kamu mungkin perlu sedikit dukungan dari mereka dalam menjalani masa ini. Jadi, jangan ragu untuk mencari bantuan. [8] Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri selama masa yang sulit ini, adalah dengan melakukan hal-hal yang disukai. Misalnya, jika kamu sangat suka menyanyi, melukis, atau bermain bola basket, kegiatan-kegiatan ini akan meningkatkan kepercayaan diri.[9] Jika perasaan-perasaan ini mengganggu keseharianmu, atau membuatmu sangat stres, coba ikuti konseling dari ahlinya. Konselor profesional akan membantumu mempelajari cara-cara mengatasi emosi-emosi ini secara sehat. Berolahraga akan membantmu mengatasi rasa gelisah akibat semua perubahan yang terjadi selama pubertas. Berolahraga akan melepaskan zat kimia di dalam otak yang meningkatkan suasana hati. Jadi, carilah kegiatan fisik yang kamu senangi. Misalnya berenang, menari, atau bermain olaharaga tim seperti sepak bola.[10] 5 Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Pubertas terjadi kepada semua orang, tetapi tidak selalu bersamaan. Jika kamu mulai mengalami pubertas sebelum teman-teman yang lain, atau kamu merasa tertinggal dari teman-teman lain, kamu tidak perlu khawatir, karena beberapa tahun lagi kalian akan sama-sama sudah menjadi remaja.[11] Pubertas biasanya dimulai pada usia 8-13 tahun untuk perempuan. Pubertas biasanya dimulai pada usia 9-15 tahun untuk laki-laki 6 Antisipasi munculnya hasrat seksual. Pada suatu masa selama pubertas, kamu mungkin akan merasakan adanya dorongan seksual. Namun, hanya karena kamu ingin, bukan berarti kamu sudah siap berhubungan seksual. Bicaralah dengan orang dewasa yang kamu percaya untuk mengetahui kapan seseorang siap berhubungan seksual dan perihal praktek seks yang aman.[12] Jika kamu memutuskan untuk berhubungan seksual, ketahui dan pahami pentingnya melindungi diri dari kehamilan dan Penyakit Menular Seksual PMS. Walaupun kamu melindungi diri dengan mengenakan kondom, cara ini tidak 100% efektif. Seks oral juga dapat menularkan PMS. Gunakan dental dam, plastik pembungkus, atau kondom yang dipotong kotak saat melakukan seks oral pada vulva daerah di luar vagina atau anus.[13] Gunakan kondom saat melakukan seks oral pada penis.[14] Kondom dapat dibeli di apotek atau swalayan. Sedangkan dental dam mungkin dapat dicari di klinik dokter bidan atau dokter gigi.[15] Jangan pernah menuruti paksaan berhubungan seksual jika kamu tidak mau. Keputusan berhubungan seksual harus dibuat dan ditanggung oleh kamu sendiri. 7 Carilah seseorang untuk mencerahkan isi hati. Jika kamu merasa tidak nyaman dengan perubahan yang terjadi pada tubuhmu, ungkapkan kepada seseorang yang telah mengalami pubertas terlebih dahulu. Bicaralah pada orang dewasa yang kamu percaya, misalnya orang tua, kakak, atau dokter.[16] Kamu juga bisa mengungkapkan hal ini kepada teman-teman, tetapi jangan lupa bahwa mereka sekarang sama bingungnya denganmu. Jangan percaya begitu saja dengan saran mereka. Apabila kamu menemui dokter anak yang jenis kelaminnya berbeda sehingga enggan membicarakan soal pubertas dengannya, minta ganti dokter kepada orang tua. Iklan 1 Pelajari cara menyingkirkan bulu badan. Rambut-rambut akan tumbuh di kedua lengan, kaki, dan wilayah kelamin selama masa pubertas. Rambut-rambut ini boleh tidak dicukur kalau kamu tidak mau, tetapi sebagian besar anak perempuan langsung mencukurnya ketika mulai muncul. Bicaralah dengan Ibu atau perempuan dewasa lain yang kamu percaya soal mencukur bulu badan untuk pertama kali.[17] Pisau silet manual lebih gampang untuk dipakai bercukur. Jenisnya ada bermacam-macam, tetapi semuanya digunakan bersama sejenis pelumas, misalnya gel atau sabun cukur. Hait-hatilah saat bercukur supaya tidak melukai kulit. Kalau mau, silakan memakai alat cukur listrik. Kamu juga bisa melakukan waxing di kedua kaki, ketiak, dan area bikini. Cara ini sangat menyakitkan, tetapi hasilnya lebih tahan lama. Ada pula bahan kimia yang dapat dibeli di apotek untuk menyingkirkan bulu badan tanpa pisau silet. 2 Persiapkan kutang. Ketika kedua payudaramu mulai tumbuh, pertimbangkanlah untuk memakai kutang. Ajaklah Ibu atau perempuan dewasa lain yang dipercaya untuk membelinya.[18] Kamu mungkin perlu juga kutang jenis khusus untuk dipakai berolahraga. Kutang yang dipakai ukurannya harus pas. Mintalah bantuan karyawan toko kalau diperlukan Jangan khawatir apabila satu payudara tumbuh lebih cepat dari yang satunya. Ukuran mereka nantinya akan sama, walaupun tidak sama persis.[19] 3 Bersiap-siaplah untuk menstruasi pertama. Menunggu menstruasi pertama mungkin terasa menakutkan. Namun, kalau kamu sudah siap, prosesnya akan jauh lebih mudah. Anda perlu menggunakan pembalut, yang menempel di celana dalam, atau tampon, yang dimasukkan ke dalam vagina. Carilah instruksi penggunaan pada kemasan, dan minta bantuan Ibu atau perempuan dewasa tepercaya lain untuk memakainya.[20] Sediakanlah celana dalam bersih cadangan dan sapu tangan bersih untuk mengantisipasi menstruasi pertama di sekolah. Sebagian besar perempuan mendapatkan menstruasi pertama pada usia 12 tahun, tetapi normalnya menstruasi pertama terjadi antara usia 8-16 tahun. Menstruasi pertama bukan pertanda kehamilan. Jika sel telur tidak bertemu sprema, maka menstruasi akan datang setiap bulan. Darah akan keluar dari vagina sebanyak kira-kira satu cangkir selama 3-7 hari. Jangan khawatir jika darah menstruasi pertama berwarna cokelat alih-alih merah. Hal ini masih normal. Selain itu, wajar jika menstruasi kamu awalnya datang tidak beraturan. Menstruasi akan datang secara teratur seiring pertambahan usia. [21] Jangan lupa untuk mengganti pembalut atau tampon secara teratur setidaknya sekali setiap 4 jam. Tampon dapat menyebabkan kondisi medis serius bernama sindrom kejut beracun toxic shock syndrome jika tidak diganti secara teratur. Selain menstruasi, sesekali kamu akan menemukan cairan bening atau warna putih di celana dalam. Hal ini dapat terjadi sebelum menstruasi pertama dan akan berlanjut bahkan ketika kamu sudah mengalami menstruasi. Cairan vagina ini disebabkan perubahan hormon dalam tubuh, dan berfungsi menjaga kesehatan vagina.[22] 4 Antisipasi pertambahan berat badan. Perempuan juga akan mengalami perubahan bentuk tubuh bersama perkembangan payudara. Berat badan perempuan akan bertambah dan hal ini wajar serta sehat. Tubuhmu akan semakin berlekuk dan tidak ada yang dapat menghentikannya.[23] Melakukan diet selama masa pubertas sangat tidak sehat! Walaupun kamu merasa tidak nyaman dengan perubahan yang dialami tubuh, hal ini diperlukan dan harus terjadi. Bentuk tubuh wanita dewasa berbeda dengan anak perempuan, dan hal ini sangatlah normal. Iklan 1 Antisipasi perubahan suaramu. Suara anak laki-laki akan berubah seiring masa pubertas. Hal ini terjadi karena laring dan pita suara laki-laki tumbuh dengan cepat. Sayangnya, karena tubuh masih beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, terkadang suaramu akan pecah atau mencicit tanpa terduga. Kamu hanya bisa pasrah, tetapi hal ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa bulan. [24] Untuk sebagian besar anak laki-laki, hal ini terjadi pada usia 11-14 tahun 2 Mulailah bercukur. Pada suatu masa selama pubertas, kamu akan menyadari rambut yang tumbuh di dagu dan di atas bibir. Ketika sudah tampak jelas, sebaiknya rambut ini dicukur. Mintalah bantuan Ayah atau pria dewasa tepercaya lain untuk bercukur pertama kali.[25] Alat cukur elektrik dengan kepala lentur cukup nyaman dan efektif digunakan, namun hasilnya sering kali tidak tuntas. Kamu juga bisa bercukur dengan pisau silet manual, tetapi kamu harus berhati-hati supaya tidak melukai diri. Selalu gunakan krim atau gel cukur untuk mencegah iritasi. Rambut-rambut akan mulai tumbuh di ketiak dan daerah kemaluan. Rambut di lengan, kaki dan area lain akan semakin tebal dan berat. Rambut-rambut ini boleh dibiarkan saja, tetapi kalau mengganggu, cukur atau wax sampai bersih. 3 Antisipasi ereksi. Seiring masa pubertas, anak laki-laki mulai mengalami ereksi ketika penis mengeras karena diisi dengan darah. Ereksi dapat terjadi tanpa terduga, jadi jangan terlalu khawatir.[26] Ereksi dapat terjadi kapan saja, baik ketika terangsang maupun tidak. Usahakan jangan terlalu malu jika mengalami ereksi di depan orang lain. Kemungkinan mereka tidak akan menyadari ereksi yang kamu alami.[27] Jika ingin menyudahi ereksi, berhentilah memikirkannya. Coba alihkan perhatian dengan kegiatan yang berulang dan membosankan, misalnya membaca alfabet secara terbalik.[28] Penis dan testis kamu juga akan tumbuh selama pubertas. Jangan terlalu pikirkan dan membandingkan ukurannya dengan orang lain. Selain itu, jangan terlalu khawatir jika satu testis tumbuh lebih cepat dari yang lain. Nantinya ukuran mereka akan sama besar.[29] 4Ketahuilah bahwa mimpi basah itu normal. Selain ereksi yang terjadi di siang hari, kamu mungkin juga akan mengeluarkan cairan di malam hari, yang dikenal dengan “mimpi basah”. Hal ini terjadi ketika kamu mengalami ereksi dan berejakulasi mengeluarkan sprema dari penis ketika tidur di malam hari. Hal ini adalah kejadian normal dalam tahap perkembangan tubuh. Mimpi basah akan berhenti ketika kamu sudah dewasa.[30] 5Jangan pusingkan pertumbuhan dadamu. Seiring masa pubertas, tubuhmu akan semakin berisi, dan bagian dada akan mengalami pertumbuhan. Hal ini sangat normal dan tidak ada masalah pada hormonmu. Seiring pertumbuhan dan perubahan tubuh berlanjut, dadamu pun akan berbentuk. [31] Iklan Jika kamu merasa bertumbuh lebih cepat atau terlambat dibandingkan teman-teman lain, cobalah berdiskusi dengan dokter. Pada sebagian besar kasus, perbedaan ini normal terjadi, tetapi terkadang ada kondisi medis yang menyebabkan perkembangan tubuh menjadi lebih cepat atau terlambat. Namun, hal ini sangat jarang.[32] Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Ilustrasi cara menyikapi masa pubertas. Foto menyikapi masa pubertas harus dipahami dengan benar oleh orang tua, guru, dan anak-anak di usia puber itu sendiri. Masa pubertas ini akan memengaruhi prosesnya ke masa pubertas adalah masa peralihan antara masa anak-anak ke masa remaja. Perubahan fisik dan hormonal yang terjadi selama masa pubertas dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik seorang anak. Cara Menyikapi Masa Pubertas Ilustrasi cara menyikapi masa pubertas. Foto dari laman berikut adalah beberapa cara menyikapi masa pubertas dengan tepat1. Terima dan Pahami Perubahan FisikSelama masa pubertas, tubuh akan mengalami banyak perubahan fisik. Terima dan pahami perubahan tersebut sebagai bagian dari proses alami untuk tumbuh dewasa. Pemahaman dan penerimaan tersebut dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa percaya Pelajari tentang Kesehatan ReproduksiMasa pubertas adalah waktu yang tepat untuk belajar tentang kesehatan reproduksi. Pelajari tentang menstruasi, ejakulasi, hubungan seksual, serta cara mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Perlu diperhatikan, belajarlah pada orang yang benar-benar menguasai ilmu tersebut dengan Berbicara dengan Orang Tua atau Orang Dewasa yang DipercayaiBicaralah dengan orang tua atau orang dewasa yang dipercayai mengenai perubahan yang dialami selama masa tua atau orang dewasa yang bijak akan memberikan informasi dan dukungan yang dibutuhkan dalam menghadapi masa Jaga Kesehatan MentalMasa pubertas dapat menjadi waktu yang sulit untuk menjaga kesehatan ragu untuk mencari bantuan jika merasa cemas, depresi, atau memiliki masalah mental lainnya. Bicaralah dengan orang dewasa yang dipercayai. Jika diperlukan, carilah bantuan dari tenaga Tetap Aktif dan SehatTetap aktif selama masa pubertas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Lakukan olahraga secara teratur, konsumsi makanan sehat, dan istirahat yang cukup. Hal tersebut dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi stres selama masa pubertas dapat menjadi waktu yang sulit untuk sebagian orang. Namun, menyikapinya dengan baik dapat membantu mengurangi stres dan kebingungan. Terima perubahan yang terjadi dan jangan ragu untuk mencari bantuan jika cara menyikapi masa pubertas dengan tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. mon Apa itu masa pubertas? Bagaimana agar tetap sehat pada masa pubertas?
Januari 4, 2023 Pelajaran SD Kelas 6 Buatlah poster tentang cara menyikapi masa pubertas, jenis karya bahan dan alat isi dalam karya, pembahasan kunci jawaban tema 7 kelas 6 halaman 1 2 5 6 7 8 9 11 tepatnya pada materi pembelajaran 1 Subtema 1 Pemimpin di Sekitarku di buku tematik siswa kurikulum 2013 revisi 2018. Pembahasan kali ini merupakan lanjutan tugas sebelumnya, di mana kalian telah mengerjakan soal Apa Perbedaan Fisik Laki-Laki Sebelum dan Setelah Masa Pubertas di buku tematik siswa. Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 11 Ayo Berkreasi Dari pembelajaran pada tema 6, kamu telah mengetahui masa pubertas. Kamu juga telah mengetahui cara menyikapi masa pubertas. Coba, buatlah rencana karya berisi cara menyikapi masa pubertas. Kerjakan bersama kelompokmu. Kamu dapat membuat poster atau buklet sederhana. Tuliskan rencana karya yang akan kamu buat dalam bentuk seperti berikut. Jawaban Rencana Karya Jenis Karya Poster Bahan dan alat berupa – Kertas karton warna putih – Cat poster – Pensil – Penghapus – Spidol – Kuas – Gambar dari koran bekas/majalah Isi dalam karya Dalam poster berisi berupa perilaku dan kebiasaan positif yang harus dilakukan siswa dalam menyikapi masa pubertas dan dalam bentuk sebuah tulisan yang singkat serta didukung oleh gambar-gambar yang sesuai. Gambar poster Cara Menyikapi Masa Pubertas Lihat soal selanjutnya, buka disini Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 16 17 19 20 21 Demikian pembahasan kunci jawaban tema 7 kelas 6 SD/MI di buku tematik halaman 11 tentang Buatlah Poster Cara Menyikapi Masa Pubertas secara lengkap. Kerjakan juga soal lain pada pembelajaran 1 subtema 1 Pemimpin di Sekitarku di buku tematik siswa. Semoga bermanfaat!
KEGIATAN pembelajaran pada setiap madrasah atau sekolah yang dilakukan oleh para guru tidak hanya sekedar transfer of knowledge, atau sekedar mentransfer ilmu kepada para peserta didik, melainkan memberikan kesan dimana peserta didik akan dapat mengambil banyak pelajaran dari materi – materi yang diberikan oleh guru untuk kehidupannya dimasa yang akan datang. Contoh saja pada materi IPA “Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak’, yang penulis bahas pada artikel ini. Dalam setiap pembelajaran dibutuhkan strategi yang tepat dalam menyampaikan materi pelajaran agar dapat diterima dengan baik oleh peserta masa pubertas pada anak, merupakan materi IPA kelas enam tema VI sub tema I semester genap pada Sekolah Dasar/MadrasahSD/ menggunakan media berupa poster dalam mengajarkan materi tersebut pada kelas enam MI Islamiyah Kalisalak Limpung Batang agar kegiatan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Menurut Arsyad 2002 4 media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat, sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Poster sebagai media yang menarik untuk anak – anak dalam kegiatan pembelajaran,maka dalam hal ini penulis manfaatkan sebagai media pembelajaran. Poster adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar atau kecil. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat, Wikipedia. Pubertas adalah periode-periode kehidupan dimana terjadi kematangan organ-organ seks mencapai tahap menjadi fungsional terhadap variasi yang jelas sekali diantara individu-individu yang berbeda, pada umumnya usia akhir periode untuk anak perempuan adalah 13 tahun dan pada anak laki-laki 14 tahunChaplin 1993408.Secara biologis, remaja yang memasuki masa pubertas telah siap untuk bereproduksi, namun belum tentu demikian bila ditinjau secara psikis, social dan ekonomi. Sebelum peserta didik membuat poster tentang tips atau cara menyikapi sukses masa pubertas, penulis membagi beberapa kelompok agar tugas membuat poster lebih mudah dikerjakan dan peserta didik dapat bekerja sama dengan teman yang lain. Berikut adalah tips sukses pubertas pada selalau mendekatkan diri kepada Tuhan mencari informasi dan bertanya dan berdiskusi tentang pubertas dan pendidkan seks kepada selalu berpikir positif dan melakukan perbuatan yang banyak membaca buku memilih teman/pergaulan yang mengembangkan bakat dan hobi. Dalam membuat poster, peserta didik diarahkan agar mendiskusikan terlebih dahulu tentang kerangka atau perencanaan poster dengan tema pubertas agar lebih kegiatan membuat poster pada masing – masing kelompok selesai,dilanjutkan dengan menyampaikan hasil poster didepan kelas, yang masing – masing kelompok diwakili oleh dua peserta didik. Diakhir pembelajaran, penulis mengapresiasi hasil kerja kelompok, serta memberian masukan – masukan yang diperlukan demi kemajuan belajar dan prestasi peserta didik. Melalui media poster,penulis menyimpulkan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar kelas VI MII Kalisalak Limpung, Mata Pelajaran IPA “menyikapi masa pubertas’’, peserta didik merasa lebih terpacu untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan teman dan guru karena pesera didik dapat mengekspresikan diri secara langsung dalam mempelajari materi yang diberikan oleh guru. Seperti yang diterapkan di MI Islamiyah Kalisalak, Batang. pg1/zal Guru MI Islamiyah Kalisalak, Batang
gambar poster cara menyikapi masa pubertas